Papua – Polda Papua melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) melaksanakan Pemeriksaan Psikologi Tahap II dalam rangka Seleksi Penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 yang bertempat di Aula Elsama Numberi SPN Jayapura, Senin (15/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh 178 peserta seleksi yang terdiri dari 143 peserta pria dan 35 peserta wanita. Seluruh peserta hadir dan mengikuti tahapan seleksi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan panitia.
Kegiatan turut melibatkan Panitia dari Biro SDM Polda Papua, Tim Pemeriksaan Psikologi Biro SDM Polda Papua, serta pengawas internal dari Itwasda, Bidpropam, dan Biddokkes Polda Papua guna menjamin pelaksanaan seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel.
Pemeriksaan Psikologi Tahap II merupakan salah satu tahapan penting dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri yang bertujuan untuk menggali aspek kepribadian, integritas, kematangan emosi, kemampuan komunikasi, pola pikir, serta kesiapan mental para calon Bintara Polri.
Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan pemeriksaan, peserta dibagi ke dalam 14 kelompok yang ditempatkan pada lima kelas berbeda. Selanjutnya, setiap peserta menjalani sesi wawancara psikologi secara individual oleh tim pemeriksa psikologi Polri Polda Papua.
Dalam proses wawancara, peserta diberikan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan latar belakang keluarga, motivasi menjadi anggota Polri, pandangan terhadap penyalahgunaan narkoba dan tindak pidana korupsi, cara menyelesaikan konflik, hingga riwayat pergaulan sehari-hari. Melalui metode tersebut, tim pemeriksa dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai karakter, integritas, serta kesiapan peserta dalam menghadapi tugas kepolisian di masa mendatang.
Karo SDM Polda Papua, Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa Pemeriksaan Psikologi Tahap II merupakan tahapan yang sangat penting dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri karena menjadi sarana untuk menilai kualitas kepribadian dan integritas para calon Bintara secara lebih mendalam.
“Seleksi penerimaan anggota Polri tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik dan kondisi fisik semata, tetapi juga menilai karakter serta kualitas kepribadian setiap peserta. Melalui Pemeriksaan Psikologi Tahap II ini, kami ingin memastikan bahwa calon anggota Polri yang nantinya terpilih memiliki integritas, kematangan emosi, kemampuan beradaptasi, serta komitmen yang kuat untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Kombes Pol. Hengky Pramudya.
Lebih lanjut, Karo SDM menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif, profesional, transparan, dan humanis sesuai prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) yang menjadi pedoman dalam rekrutmen anggota Polri.
“Kami berkomitmen menjaga proses seleksi tetap bersih dan profesional. Tidak ada ruang bagi praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip rekrutmen Polri. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing berdasarkan kemampuan dan kualitas yang dimiliki. Harapannya, melalui proses ini akan lahir calon-calon Bintara Polri yang unggul, berkarakter, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan tugas kepolisian di masa depan,” tambahnya.
Kombes Pol. Hengky Pramudya juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti tahapan seleksi dengan baik dan berharap setiap peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya selama proses seleksi berlangsung.
Melalui tahapan ini, Polda Papua berharap dapat menjaring calon-calon Bintara Polri yang memiliki integritas, loyalitas, kepribadian yang baik, serta kesiapan untuk mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.(red)



































