Papua – Polda Papua menggelar Analisa dan Evaluasi (Anev) Minggu Pertama Operasi Sikat Cartenz 2026 sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas penanganan tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) di wilayah hukum Polda Papua. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Command Center Polda Papua, Rabu (10/06).
Anev dipimpin oleh Karo Ops Polda Papua selaku Karendal Operasi Sikat Cartenz-2026, Kombes Pol. Dede Alamsyah, S.I.K., didampingi Dirreskrimum Polda Papua selaku Kaopsda Operasi Sikat Cartenz-2026 Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si., dan dihadiri Penata Kebijakan Kapolri Madya TK. III Polda Papua selaku Wakaops Sikat Cartenz-2026 Kombes Pol. Herzoni Saragih, S.I.K., M.H., para Kasatgas dan Kasubsatgas Operasi Sikat Cartenz 2026.
Dalam arahannya, Kombes Pol. Dede Alamsyah menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga harus mampu memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
Menurutnya, kehadiran personel Polri di tengah masyarakat harus dapat dirasakan secara nyata melalui berbagai langkah preventif, preemtif, dan penegakan hukum yang profesional serta humanis. Hal tersebut sejalan dengan semangat Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”.
“Momentum Bulan Juni yang memasuki peringatan Hari Bhayangkara ke-80 harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui kinerja nyata Polri. Operasi Sikat Cartenz diharapkan mampu menekan angka kejahatan 3C yang masih menjadi perhatian di Papua,” ujar Kombes Pol. Dede Alamsyah.
Ia menambahkan bahwa setiap pelaksanaan tugas harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Operasi yang dilaksanakan tidak hanya bertujuan menindak pelaku kejahatan, tetapi juga menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga serta memperkuat kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dalam forum evaluasi tersebut, seluruh satuan yang terlibat melakukan pembahasan terhadap pelaksanaan kegiatan selama minggu pertama operasi, termasuk langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mencegah dan menekan tindak kriminalitas di wilayah hukum Polda Papua.
Dirreskrimum Polda Papua Kombes Pol. Parasian Herman Gultom menekankan pentingnya pemanfaatan analisis kriminalitas dan penguatan koordinasi antar satuan guna mendukung efektivitas pelaksanaan operasi di lapangan. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan membantu percepatan penanganan berbagai kasus yang menjadi perhatian masyarakat.
Sementara itu, seluruh jajaran diminta untuk terus meningkatkan sinergi, koordinasi, serta respons cepat terhadap berbagai potensi gangguan kamtibmas. Selain itu, personel di lapangan juga diharapkan mampu mengedepankan pendekatan yang humanis dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
Melalui evaluasi rutin yang dilaksanakan, Polda Papua berharap seluruh jajaran dapat semakin optimal dalam menjalankan tugas, menjaga stabilitas kamtibmas, serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di seluruh wilayah Papua.
Operasi Sikat Cartenz 2026 merupakan salah satu upaya kepolisian dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif melalui langkah-langkah pencegahan, penegakan hukum, serta peningkatan kehadiran Polri di tengah masyarakat.(red)


































