Papua – Polda Papua bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Jayapura menegaskan pentingnya sinergitas lintas instansi dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran aktivitas di kawasan Pelabuhan Laut Jayapura.
Hal tersebut disampaikan dalam program Dialog Interaktif “Polisi Menyapa” yang disiarkan langsung oleh LPP RRI Jayapura, Kamis (06/08/2026).
Dialog mengangkat tema “Sinergitas dalam Pengawasan dan Pengamanan Wilayah Pelabuhan Laut Jayapura” dengan menghadirkan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Jayapura AKP H. Abdul Kadir, S.Sos. dan Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Jayapura Samuel Yabes Yermia sebagai narasumber.
Dalam penyampaiannya, AKP H. Abdul Kadir menjelaskan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan Pelabuhan Laut Jayapura hingga saat ini berada dalam kondisi aman dan kondusif. Meski demikian, pengamanan tetap diperketat terutama saat kapal penumpang sandar maupun bertolak mengingat tingginya mobilitas masyarakat serta aktivitas bongkar muat barang.
“Pengamanan di kawasan pelabuhan memiliki peran yang sangat penting karena pelabuhan merupakan pintu masuk dan keluarnya orang maupun barang. Oleh karena itu, kami terus meningkatkan patroli, pengawasan, serta koordinasi dengan seluruh instansi terkait agar setiap aktivitas berjalan aman, tertib, dan sesuai ketentuan,” ujarnya.
Kapolsek juga mengungkapkan sejumlah potensi pelanggaran yang masih menjadi perhatian, di antaranya penyelundupan narkotika, minuman keras, hingga ketidaksesuaian antara manifest dengan isi muatan kontainer. Menurutnya, pengawasan yang dilakukan secara terpadu menjadi langkah penting dalam mencegah masuk maupun keluarnya barang-barang ilegal melalui jalur laut.
Sementara itu, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Jayapura, Samuel Yabes Yermia, menegaskan bahwa KSOP sebagai regulator pelabuhan terus membangun kolaborasi bersama kepolisian, TNI, operator pelabuhan, serta seluruh pemangku kepentingan guna menjaga keamanan dan kelancaran operasional pelabuhan.
Menurutnya, Pelabuhan Jayapura merupakan salah satu pelabuhan utama di Papua yang memiliki peran strategis sebagai pusat distribusi logistik dan transportasi penumpang. Oleh karena itu, sistem pengamanan harus terus diperkuat, termasuk melalui penerapan standar keamanan pelabuhan sesuai ketentuan International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code.
“Keamanan dan kelancaran aktivitas di Pelabuhan Jayapura hanya dapat terwujud apabila seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat koordinasi dan menjalankan tugas sesuai kewenangannya masing-masing. KSOP berkomitmen untuk terus bersinergi dengan Polri, TNI, operator pelabuhan, serta instansi terkait dalam meningkatkan pengawasan terhadap arus penumpang maupun barang demi mencegah berbagai potensi pelanggaran,” ujar Samuel.
Samuel juga menilai bahwa keberadaan sarana pendukung seperti mesin pemindai (X-ray) kontainer menjadi kebutuhan penting untuk meningkatkan efektivitas pemeriksaan barang, sehingga potensi penyelundupan maupun ketidaksesuaian manifest dapat dideteksi secara lebih cepat dan akurat.
Menutup dialog, kedua narasumber sepakat bahwa keamanan kawasan pelabuhan tidak dapat diwujudkan hanya oleh satu instansi, melainkan membutuhkan sinergi seluruh stakeholder serta dukungan masyarakat dalam mematuhi setiap aturan yang berlaku.
Kapolsek Kawasan Pelabuhan Laut Jayapura juga menegaskan bahwa komunikasi dan koordinasi yang selama ini terjalin baik akan terus dipertahankan melalui patroli bersama, rapat koordinasi, hingga pembentukan Pos Terpadu pada momentum-momentum tertentu seperti Hari Raya Idulfitri, Natal, dan Tahun Baru.
“Sinergitas yang kuat antara Polri, KSOP, TNI, operator pelabuhan, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan fondasi utama dalam menjaga keamanan serta kelancaran aktivitas di Pelabuhan Laut Jayapura. Dengan kolaborasi yang baik, kami optimistis pelayanan kepada masyarakat akan semakin aman, nyaman, dan berkualitas,” tutup AKP H. Abdul Kadir.(rd)