Home Daerah Gerak Cepat Gabungan, Karhutla di Belakang SMP Negeri 1 Yendidori Berhasil Ditangani
Daerah

Gerak Cepat Gabungan, Karhutla di Belakang SMP Negeri 1 Yendidori Berhasil Ditangani

Share
Share

Papua – Personel Polres Biak Numfor bersama Polsek Yendidori, tim pemadam kebakaran, TNI dan unsur terkait bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di belakang SMP Negeri 1 Yendidori, Kampung Adoki, Distrik Yendidori, Kabupaten Biak Numfor, Kamis (3/9/2026).

Kebakaran tersebut diketahui saat proses belajar mengajar berlangsung. Informasi mengenai munculnya titik api kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian dan pihak pemadam kebakaran.

Personel Polsek Yendidori yang menerima informasi langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus melakukan koordinasi dengan unsur terkait dalam penanganan kebakaran.

Kapolsek Yendidori Iptu Lababa bersama personel kemudian bergabung dengan tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Biak Numfor, BPBD, TNI AD Yonif TP 858/MSB, Kodim serta pihak pemadam kebakaran untuk melakukan upaya pemadaman dan mencegah api meluas ke lingkungan sekolah maupun kawasan di sekitarnya.

Berdasarkan keterangan pihak sekolah, titik api diketahui pertama kali muncul di area belakang toilet sekolah. Api disebut telah terlihat sejak sehari sebelumnya, namun saat itu masih dalam skala kecil sehingga pihak sekolah melakukan pemadaman secara manual. Ketika api kembali terlihat dan mulai meluas saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, pihak sekolah segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk mendapatkan penanganan.

Kabag Ops Polres Biak Numfor AKP Enceng Kurniadi bersama Kasat Samapta AKP Kartiko selaku Padal Regu I serta Kapolsek Biak Kota AKP La Ambo selaku Padal Regu II turut melakukan pemantauan terhadap proses penanganan di lapangan. Personel gabungan kemudian melakukan pemadaman secara menyeluruh dengan dukungan kendaraan pemadam kebakaran milik Yonif TP serta kendaraan AWC Polres Biak Numfor.

Kondisi medan menuju titik api yang sempit dan sulit dijangkau menyebabkan kendaraan AWC Polres Biak Numfor tidak dapat mendekati lokasi secara maksimal. Meski demikian, kendaraan AWC tetap dimanfaatkan untuk membantu memasok air ke kendaraan pemadam kebakaran milik Yonif TP yang dapat menjangkau lokasi lebih dekat.

Kasat Samapta Polres Biak Numfor menjelaskan bahwa keterbatasan akses menjadi salah satu kendala dalam proses pemadaman. Namun, melalui koordinasi dan dukungan berbagai unsur, penanganan tetap dapat dilakukan secara optimal sehingga kebakaran tidak meluas.

“Medan menuju titik api cukup sulit dan sempit sehingga kendaraan AWC tidak dapat mendekati lokasi secara maksimal. Namun, kami tetap memberikan dukungan dengan memasok air ke kendaraan pemadam kebakaran yang dapat menjangkau titik api. Sinergi antara Polri, TNI, pemadam kebakaran dan unsur terkait sangat membantu dalam mempercepat proses penanganan,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. mengapresiasi respons cepat dan sinergi seluruh unsur dalam menangani kebakaran tersebut. Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan keterlibatan bersama, terutama ketika kondisi medan menjadi tantangan bagi petugas di lapangan.

“Kami mengapresiasi gerak cepat personel Polres Biak Numfor, Polsek Yendidori, TNI, pemadam kebakaran, BPBD dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Kondisi medan yang sulit tidak menjadi hambatan untuk terus berupaya mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas. Ini menunjukkan pentingnya sinergi dalam menghadapi setiap kejadian Karhutla,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, khususnya di kawasan yang memiliki vegetasi kering dan mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan setiap titik api kepada aparat atau instansi terkait. Jangan menunggu api membesar karena penanganan sejak dini akan jauh lebih efektif untuk mencegah dampak yang lebih luas,” tambahnya.

Hingga kegiatan penanganan selesai, situasi di sekitar lokasi kebakaran dalam keadaan aman dan terkendali.

Sementara itu, penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan dan masih dilakukan pengumpulan bahan keterangan. Kepolisian tidak membenarkan adanya kesimpulan mengenai unsur kesengajaan sebelum terdapat hasil pemeriksaan dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.(rd)

Share