Papua – Kiprah perempuan dalam menjalankan tugas, memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta mengambil peran dalam pembangunan menjadi sorotan dalam Dialog Interaktif Program “Kitorang Presisi” dengan tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” yang berlangsung di Stasiun TVRI Provinsi Papua, Rabu (02/09/2026).
Dialog interaktif tersebut menghadirkan Kapolres Boven Digoel, Kompol Dian Novita Pietersz, S.I.K., Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Jayapura, Betty Anthoneta Puy, S.E., M.A.P., serta presenter TVRI Papua Johan Alberth Piche Ginuny.
Mengangkat tema “One Police Woman, Extraordinary Impact”, dialog membahas bagaimana perempuan dapat mengambil peran strategis di berbagai bidang sekaligus memberikan inspirasi dan manfaat bagi masyarakat, termasuk kiprah Polwan dalam menjalankan tugas kepolisian di tengah berbagai tantangan.
Kapolres Boven Digoel mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan pimpinan kepadanya untuk menjalankan amanah sebagai Kapolres Boven Digoel, sekaligus menjadi bagian dari Polwan yang dipercaya menduduki jabatan strategis di lingkungan Polri.
Menurutnya, menjalankan tugas sebagai Polwan sekaligus Kapolres di wilayah perbatasan merupakan tantangan tersendiri karena kondisi geografis, akses transportasi, keterbatasan listrik dan jaringan komunikasi yang masih menjadi kendala dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Namun, keterbatasan tersebut bukan menjadi alasan untuk tidak memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, kami bersama seluruh personel terus berupaya hadir di tengah masyarakat, termasuk mengunjungi distrik-distrik yang memiliki akses cukup sulit,” ucap Kompol Dian.
Ia menilai bahwa seorang perempuan tidak harus memiliki jabatan untuk dapat memberikan inspirasi dan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Di mana pun kita berada, apabila kita memiliki kemauan untuk melaksanakan tugas dengan baik dan menjadi inspirasi bagi orang lain, maka kita sudah dapat memberikan dampak positif,” ungkapnya.
Kompol Dian mengatakan bahwa berbagai tantangan dalam menjalankan tugas di wilayah perbatasan justru menjadi motivasi untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat
Dalam menjalankan tugas tersebut, dirinya mengajak seluruh personel untuk bekerja bersama-sama serta memanfaatkan dukungan sarana yang diberikan pimpinan, termasuk fasilitas komunikasi yang membantu personel dalam menjalankan tugas di wilayah dengan keterbatasan jaringan.
Selain itu, Kompol Dian menjelaskan bahwa jajaran Polres Boven Digoel terus melakukan pendekatan kepada masyarakat dengan menggandeng tokoh masyarakat, tokoh agama dan berbagai elemen lainnya.
“Polisi tidak dapat bekerja sendiri, saya selalu menyampaikan bahwa polisi tanpa masyarakat adalah butiran debu, sehingga dukungan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan untuk bersama-sama menjaga generasi penerus,” ucapnya.
Dalam upaya meningkatkan kepercayaan masyarakat, Polres Boven Digoel juga terus membuka akses pelayanan kepolisian melalui layanan Call Center 110 serta mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas agar masyarakat memiliki akses langsung terhadap pelayanan kepolisian di lingkungannya.
Kompol Dian menjelaskan bahwa pelayanan dilakukan secara berjenjang, sehingga permasalahan yang tidak dapat diselesaikan oleh Bhabinkamtibmas dapat diteruskan ke tingkat Polsek maupun Polres sesuai dengan tingkat permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Sementara itu, Kepala DP3AKB Kota Jayapura menyampaikan bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat apabila mampu mengenali potensi dalam dirinya serta berani mengambil peran
“Perempuan dapat memberikan dampak yang luar biasa ketika mampu mengenali potensi yang ada dalam dirinya dan memberikan diri untuk melayani serta memberikan manfaat bagi masyarakat,” ucap Betty.
Menurutnya, keterlibatan perempuan dalam berbagai bidang, termasuk di lingkungan kepolisian, merupakan hal yang penting karena terdapat sejumlah tugas dan penanganan perkara yang membutuhkan kepekaan serta keterlibatan perempuan
Betty mengatakan bahwa DP3AKB Kota Jayapura terus melakukan sosialisasi mengenai kesetaraan dan keadilan gender kepada masyarakat sekaligus mendorong perempuan agar berani menyampaikan suara serta memperjuangkan haknya
Ia juga menegaskan bahwa perempuan yang mengalami kekerasan memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan dan melaporkan peristiwa yang dialami kepada pihak yang berwenang
Dalam penanganan perkara yang melibatkan perempuan dan anak, Betty menekankan pentingnya pendekatan yang sensitif gender agar korban tidak langsung dihakimi atau disalahkan atas peristiwa yang dialaminya
“Korban harus terlebih dahulu dirangkul dan diberikan rasa aman agar dapat menceritakan kejadian yang dialaminya secara terbuka,” katanya
Ia juga mendorong keterlibatan psikolog dan pihak terkait dalam memberikan pendampingan kepada korban, khususnya perempuan dan anak, sehingga proses penanganan dapat dilakukan secara tepat dengan memperhatikan kondisi psikologis korban
Menanggapi hal tersebut, Kompol Dian menegaskan bahwa sinergi antara kepolisian dengan pemerintah daerah dan instansi terkait merupakan bagian penting dalam memberikan perlindungan serta pelayanan kepada perempuan dan anak
Ia juga mendorong peningkatan kemampuan personel, khususnya Polwan, agar memiliki pemahaman yang baik dalam menangani perkara yang melibatkan perempuan dan anak secara profesional, humanis dan responsif
Menutup dialog, Kompol Dian mengajak seluruh perempuan, khususnya perempuan di Tanah Papua, untuk tidak membatasi diri dalam bermimpi dan berkarya
“Saya berpesan kepada seluruh perempuan, khususnya perempuan di Tanah Papua, jangan membatasi diri untuk bermimpi dan berkarya, jadilah terang di mana pun kita ditempatkan dan percaya bahwa setiap keterbatasan bukan merupakan halangan untuk memberikan manfaat bagi sesama dan masyarakat,” pesannya.
Sementara itu, Betty mengajak perempuan untuk terus mengenali potensi diri, berani bersuara dan saling mendukung satu sama lain serta mengajak perempuan dan laki-laki bergandengan tangan dalam membangun Tanah Papua yang aman, damai dan sejahtera
“Perempuan yang hebat adalah perempuan yang mampu mengenali potensinya, berani bersuara dan saling mendukung satu sama lain, jangan takut melapor ketika mengalami ketidakadilan karena negara memberikan perlindungan kepada setiap warga negara,” pungkasnya.(rd)