Polisi Menyapa, Polda Papua Perkuat Pengamanan Objek Vital di Tanah Papua

Daerah22 Dilihat
banner 468x60

Papua – Polda Papua menegaskan komitmennya dalam menjaga keamanan objek vital di Tanah Papua melalui pengamanan berbasis penilaian risiko (risk assessment) serta penguatan sinergi dengan pengelola dan pemangku kepentingan terkait, hal tersebut disampaikan dalam Dialog Interaktif Program “Polisi Menyapa” yang berlangsung di Studio LPP RRI Jayapura, Kota Jayapura, Kamis (08/10/2026).

Dialog yang mengangkat topik “Peran Polda Papua dalam Menjamin Keamanan Objek Vital di Tanah Papua” tersebut menghadirkan Ps. Kanit 1 Subdit Audit Dit Pamobvit Polda Papua, AKP Muhammad Ridwan, S.H., sebagai narasumber dan dipandu Presenter RRI Papua, Naldi Kesaulia.

banner 336x280

AKP Muhammad menjelaskan bahwa pengamanan objek vital dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku serta melalui kerja sama dengan pihak pengelola, yang dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Pedoman Kerja Teknis (PKT).

“Pengamanan objek vital tidak dapat dilakukan begitu saja, tetapi harus didasarkan pada kerja sama dengan pihak pengelola serta melalui penilaian risiko untuk mengetahui tingkat kerawanan, luas wilayah dan kebutuhan pengamanan,” ucap AKP Muhammad.

AKP Muhammad menjelaskan, objek yang menjadi perhatian Dit Pamobvit Polda Papua meliputi objek vital nasional dan objek tertentu, antara lain sektor industri, instalasi, perhubungan, pertambangan dan energi, gedung perkantoran, kawasan wisata, lembaga negara hingga fasilitas strategis lainnya.

Sejumlah objek vital nasional di wilayah hukum Polda Papua telah memiliki kerja sama pengamanan dengan Polri, di antaranya Pertamina Patra Niaga, Fuel Terminal Jayapura dan PLN Induk Papua-Papua Barat.

Sementara pengamanan terhadap objek tertentu dilakukan berdasarkan hasil penilaian risiko dan kebutuhan masing-masing objek.

Menurutnya, setiap objek memiliki karakteristik dan tingkat kerawanan yang berbeda sehingga pola pengamanan, jumlah personel dan sarana pendukung yang dibutuhkan harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Risk assessment menjadi bagian penting sebelum pengamanan dilaksanakan karena dari proses tersebut kami dapat mengetahui potensi gangguan, tingkat kerawanan, luas wilayah serta kebutuhan personel dan bentuk pengamanan yang diperlukan,” katanya.

Lebih lanjut, AKP Muhammad juga menjelaskan pentingnya pengamanan terhadap bandara, pelabuhan dan perbankan yang memiliki peran strategis bagi aktivitas masyarakat dan konektivitas antarwilayah.

“Bandara merupakan pintu masuk dan keluar orang maupun barang serta menjadi jalur konektivitas antarwilayah, sehingga aspek keamanannya perlu mendapat perhatian bersama,” ungkapnya.

Untuk sektor perbankan, Polda Papua telah menjalin kerja sama pengamanan dengan Bank Papua.

Sementara di lingkungan bandara, pengamanan juga melibatkan unsur terkait, seperti Aviation Security (Avsec), sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Ia menegaskan bahwa keamanan objek vital merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan Polri, pengelola objek, petugas keamanan dan masyarakat.

“Apabila masyarakat mengetahui adanya potensi atau gangguan keamanan terhadap objek vital, segera laporkan kepada Kepolisian terdekat atau melalui layanan Kepolisian 110,” pungkasnya.

Melalui Program “Polisi Menyapa”, Polda Papua terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat untuk menyampaikan informasi mengenai tugas Kepolisian, termasuk upaya menjaga keamanan objek vital yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian di Tanah Papua.(rd)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *