Minggu Kasih Polsek Naukenjerai, Kapolsek Sampaikan Himbauan Kamtibmas Tentang Bullying Dan Pencegahan Karhutla

Daerah80 Dilihat
banner 468x60

Papua – Polsek Naukenjerai melaksanakan kegiatan Minggu Kasih di Gereja Katolik Santo Yohanes Penginjil, Stasi Tomer, RT 03, Kampung Tomer, Distrik Naukenjerai, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Minggu (18/10/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Naukenjerai, Iptu C. C. Fernandez, bersama personel Polsek Naukenjerai. Kegiatan dilaksanakan setelah ibadah Minggu sebagai bagian dari upaya mempererat komunikasi dan kemitraan antara Polri dengan masyarakat, sekaligus menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

banner 336x280

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Naukenjerai menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada umat Gereja Stasi Tomer serta masyarakat RT 03 Kampung Tomer yang selama ini turut berperan dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Kapolsek.

Selain itu, Kapolsek mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya menghadapi kondisi cuaca yang cenderung kering dan disertai angin kencang.

Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan. Pembakaran yang tidak terkendali dapat dengan cepat meluas, merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, serta membahayakan keselamatan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan adanya potensi kebakaran, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau aparat terkait agar dapat ditangani sedini mungkin,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek juga memberikan edukasi mengenai bahaya perundungan atau bullying, terutama yang dapat terjadi di lingkungan pergaulan masyarakat maupun anak-anak dan remaja.

Ia menegaskan bahwa tindakan bullying tidak dapat dianggap sebagai hal biasa atau sekadar bentuk candaan. Perundungan dapat memberikan dampak psikologis maupun sosial terhadap korban dan apabila dilakukan secara berulang serta memenuhi unsur tertentu, dapat berujung pada persoalan hukum.

Kapolsek mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua dan tokoh masyarakat, untuk bersama-sama membangun lingkungan yang saling menghormati, peduli, dan bebas dari tindakan kekerasan maupun perundungan.

“Jangan membiasakan tindakan bullying dengan alasan bercanda. Mari kita saling menghormati, menjaga perasaan sesama, dan bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak maupun seluruh masyarakat,” pesannya.

Kehadiran Polsek Naukenjerai mendapat sambutan positif dari umat dan masyarakat setempat. Frater Ignatius Kisa selaku tokoh agama menyampaikan apresiasi atas kehadiran Polri yang dinilai sebagai langkah positif dalam membangun komunikasi sekaligus mencegah terjadinya berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat dapat berkomunikasi langsung dengan pihak kepolisian dan menyampaikan berbagai hal yang menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan tempat ibadah, Kapolsek Naukenjerai Iptu C. C. Fernandez juga memberikan bantuan dana untuk mendukung kebutuhan penerangan dan pembelian token listrik di Gereja Katolik Santo Yohanes Penginjil, Stasi Tomer.

Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polsek Naukenjerai terus mendorong terbangunnya komunikasi yang baik serta hubungan kemitraan antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya bersama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif.(rd)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *