Polisi Peduli Pendidikan, Kapolresta Jayapura Kota Ajak Pelajar Bijak Bermedia Sosial Dan Jauhi Provokasi

Daerah18 Dilihat
banner 468x60

Papua – Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR, mengajak para pelajar SMA YPPK Taruna Dharma untuk bijak menggunakan media sosial, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Kapolresta saat memberikan pembinaan kepada para siswa dalam kegiatan Quick Wins Polisi Bersama Masyarakat melalui program Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK) yang digelar di SMA YPPK Taruna Dharma, Jayapura, Senin (19/10/2026).

banner 336x280

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Kepala Seksi Kesiswaan SMA YPPK Taruna Dharma Imannuel Fernandes, para guru, serta para siswa. Kehadiran jajaran Polresta Jayapura Kota disambut positif oleh pihak sekolah sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah Sma Yppk Taruna Dharma Yang Diwakilkan oleh Wakil Kepala Seksi Kesiswaan Imannuel Fernandes menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran kepolisian yang telah hadir untuk memberikan pembinaan serta berbagi pengetahuan kepada para siswa.

Pihak sekolah berharap kegiatan POLIDIK dapat memberikan wawasan baru bagi para pelajar sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan dalam membangun karakter siswa.

Sementara itu, Kapolresta Jayapura Kota mengingatkan para pelajar bahwa masa SMA merupakan salah satu tahapan penting dalam mempersiapkan masa depan. Karena itu, para siswa diminta memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif, meningkatkan kemampuan, menjaga perilaku, serta membangun pergaulan yang sehat.

Salah satu perhatian utama yang disampaikan adalah penggunaan media sosial secara bijak. Kapolresta mengingatkan siswa agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.

“Ketika menerima suatu informasi, kita harus mampu menyaring, memahami, dan memastikan kebenarannya terlebih dahulu sebelum menyampaikan atau membagikannya kepada orang lain. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah hubungan persaudaraan,” pesan Kapolresta.

Ia menegaskan, perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat apabila digunakan secara tepat. Namun, penyalahgunaan media sosial dapat menimbulkan persoalan, termasuk perselisihan antarpelajar yang dapat meluas hingga melibatkan keluarga maupun pihak sekolah.

Para siswa juga diingatkan untuk tidak menggunakan media sosial sebagai sarana menghina, mempermalukan, memprovokasi, atau menyebarkan konten yang dapat merugikan orang lain.

Sebaliknya, Kapolresta mendorong para pelajar untuk memanfaatkan teknologi sebagai sarana belajar, mengembangkan kreativitas, menunjukkan prestasi, serta menyebarkan informasi yang positif.

Selain persoalan media sosial, Kapolresta juga mengajak para siswa untuk membangun kedisiplinan, mengikuti kegiatan organisasi secara positif, meningkatkan kemampuan literasi, serta mengembangkan keterampilan yang sesuai dengan potensi masing-masing.

Menurutnya, perkembangan teknologi dan perubahan zaman berlangsung sangat cepat sehingga generasi muda harus mampu beradaptasi dan mempersiapkan diri agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi dapat mengambil peran dalam pembangunan bangsa.

“Adik-adik adalah bagian penting dari generasi yang akan menentukan masa depan bangsa. Kita berbicara tentang Indonesia Emas 2045, sehingga sejak sekarang harus mempersiapkan diri dengan ilmu, keterampilan, disiplin, dan karakter yang baik,” ujarnya.

Kapolresta juga mengajak para siswa untuk mulai menentukan tujuan hidup dan memikirkan langkah setelah menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA, baik melanjutkan ke perguruan tinggi, memasuki dunia kerja, maupun mengembangkan kemampuan di bidang tertentu.

Ia menekankan bahwa setiap orang memiliki potensi dan ukuran kesuksesan yang berbeda. Karena itu, para siswa tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain, tetapi harus mampu mengenali potensi diri, bekerja keras, menjaga perilaku, serta bertanggung jawab atas setiap pilihan yang diambil.

“Yang terpenting adalah mengenali potensi diri, berusaha dengan sungguh-sungguh, menjaga perilaku, dan bertanggung jawab atas setiap pilihan. Hindari pergaulan yang dapat merugikan masa depan dan berpotensi membawa kita berhadapan dengan hukum,” tegasnya.

Kapolresta juga mengingatkan pentingnya menjaga komunikasi dengan orang tua, menghormati guru, menjaga nama baik sekolah, serta membangun hubungan yang baik dengan lingkungan sekitar.

Menurutnya, pembentukan karakter tidak hanya dilakukan melalui proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui sikap dan perilaku sehari-hari.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara Kapolresta Jayapura Kota dan para siswa. Sesi tersebut menjadi ruang interaksi langsung bagi pelajar untuk menyampaikan pertanyaan sekaligus mendapatkan pemahaman mengenai berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda.(fr)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *