Wakapolda Papua Hadir Di SMK 3 Jayapura, Edukasi Bahaya Bullying Dan Pentingnya Disiplin

Polda71 Dilihat
banner 468x60

Papua – Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., memberikan sosialisasi tentang bahaya bullying sekaligus motivasi kepada sekitar 200 siswa dan siswi SMK Negeri 3 Jayapura, Kotaraja, Senin (19/10/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Quick Wins Polisi Bersama Masyarakat melalui program 1.2 Polisi Peduli Pendidikan (POLIDIK) sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri di lingkungan pendidikan.

banner 336x280

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah Pejabat Utama Polda Papua, di antaranya Dir Resnarkoba Polda Papua Kombes Pol. Dr. Alfian, S.I.K., M.Si., Dir Lantas Polda Papua Kombes Pol. Rahman Wijaya, S.I.K., S.H., M.H., Dir Binmas Polda Papua Kombes Pol. Erick Kadir Sully, S.I.K., serta Dansat Brimob Polda Papua Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum.

Turut hadir Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Jayapura Yuliana Ansanay, S.Pd., para guru, serta sekitar 200 siswa dan siswi.

Dalam sambutannya, Kepala SMK Negeri 3 Jayapura Yuliana Ansanay, S.Pd. menyampaikan apresiasi atas perhatian Polda Papua terhadap dunia pendidikan, khususnya melalui kegiatan yang memberikan pembinaan, motivasi, dan wawasan kepada para pelajar.

Ia berharap kehadiran jajaran Polda Papua dapat memberikan motivasi kepada siswa untuk semakin disiplin dalam belajar, memiliki cita-cita, serta memanfaatkan masa pendidikan dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu, dalam materi sosialisasinya, Wakapolda Papua mengingatkan para siswa bahwa masa sekolah merupakan tahapan penting untuk membentuk karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati.

Wakapolda secara khusus menekankan bahaya perundungan atau bullying di lingkungan sekolah. Menurutnya, setiap siswa harus mampu menghormati diri sendiri, orang tua, guru, maupun teman, serta tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti, merendahkan, atau merugikan orang lain.

“Jangan menjadi provokator untuk hal-hal yang negatif. Jadilah teladan bagi teman-teman. Saling menghormati harus dimulai dari diri sendiri, kemudian kepada orang tua, guru, saudara, dan teman,” pesan Wakapolda kepada para siswa.

Wakapolda juga mengingatkan bahwa masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter. Karena itu, emosi harus dapat dikendalikan dan diarahkan kepada kegiatan yang positif.

Menurutnya, kedisiplinan harus dibangun sejak dini, mulai dari disiplin bangun tidur, beribadah, datang tepat waktu ke sekolah, mengikuti proses pembelajaran, melaksanakan tugas, hingga membantu orang tua di rumah.

“Manfaatkan waktu selama tiga tahun di SMK ini dengan sebaik-baiknya. Apa yang dilakukan hari ini akan menentukan masa depan lima sampai sepuluh tahun ke depan. Jangan sia-siakan kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri,” ujarnya.

Selain memberikan edukasi tentang bullying, Wakapolda juga memotivasi para siswa agar berani memiliki cita-cita tinggi dan tidak minder dalam mengejar masa depan.

Ia membagikan pengalaman perjalanan hidupnya sebagai motivasi kepada para siswa bahwa keberhasilan tidak selalu dimulai dari kondisi yang sempurna, tetapi dapat diraih melalui kerja keras, kedisiplinan, doa, serta dukungan dan restu orang tua.

Wakapolda juga mengingatkan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan di SMK, para siswa memiliki banyak pilihan untuk melanjutkan masa depan, baik melalui perguruan tinggi, sekolah kedinasan, TNI, Polri, maupun bidang lainnya sesuai minat dan kemampuan masing-masing.

“Jangan merasa rendah diri. Kalian semua memiliki kesempatan untuk sukses. Yang terpenting adalah mau belajar, disiplin, bekerja keras, berdoa, dan menghormati orang tua serta guru,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda juga memberikan perhatian terhadap keselamatan para pelajar, khususnya dalam berlalu lintas. Para siswa diingatkan agar selalu menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor, melengkapi kelengkapan kendaraan, mematuhi aturan lalu lintas, serta menghindari perilaku berkendara yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Selain itu, para siswa diajak untuk memanfaatkan berbagai organisasi dan kegiatan di sekolah sebagai sarana belajar menjadi pemimpin, bertanggung jawab, bekerja sama, serta membangun karakter positif.

Polda Papua berkomitmen untuk terus hadir di lingkungan pendidikan melalui kegiatan edukatif, preventif, dan humanis sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan dengan generasi muda sekaligus mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, disiplin, dan bebas dari bullying.(rd)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *