Jayapura – Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua Pegunungan, Tias Urnom Kogoya, mengajak masyarakat di delapan Kabupaten di Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya, menjaga keamanan dan ketertiban menjelang kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada 28–29 Oktober 2026.
Tias mengatakan, situasi keamanan perlu dijaga, terutama setelah konflik sosial antara kelompok masyarakat Lanny Jaya dan Kurima Woma di Wamena pada Mei 2026. Ia mengimbau seluruh pihak menahan diri agar tidak terjadi aksi saling serang yang dapat mengganggu keamanan dan proses pemulihan pascakonflik.
“Saya mengimbau seluruh masyarakat dari delapan kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan, khususnya yang berada di Kabupaten Jayawijaya, agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kita dukung pemerintah, Polri, dan TNI dalam menjaga situasi keamanan di wilayah kita,” kata Tias Urnom Kogoya.
Ia juga menyebut pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap pembangunan kembali rumah warga yang terdampak konflik sosial di Wamena. Menurutnya, masyarakat perlu mengedepankan ketenangan dan menyelesaikan persoalan secara damai agar proses pemulihan berjalan baik.
“Marilah kita duduk bersama dengan kepala dan hati yang dingin. Masalah ini telah selesai, sekarang saatnya kita melanjutkan pembangunan di Provinsi Papua Pegunungan,” ujarnya.
Menjelang kunjungan Menko Polkam, Tias mengajak masyarakat Lanny Jaya dan Kurima Woma menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik baru. Ia juga meminta tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga memperkuat komunikasi serta persaudaraan demi menjaga kedamaian di Jayawijaya.
Tias menegaskan, keamanan daerah merupakan tanggung jawab bersama. Ia berharap situasi yang kondusif dapat mendukung pemulihan pascakonflik sekaligus memperlancar pembangunan di Provinsi Papua Pegunungan.(rd)













