Papua – Personel Polsek Kurik bersama tim gabungan bergerak cepat memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di sekitar lahan kosong Jalan Trans TSM/Jalan Poros Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Rabu (02/09/2026).
Kebakaran tersebut diketahui sekitar pukul 10.00 WIT setelah personel Polsek Kurik menerima laporan dari masyarakat mengenai adanya titik api di sekitar Jalan Poros TSM, Kampung Harapan Makmur.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kanit Shabara Polsek Kurik Ipda Budoyo bersama anggota langsung menuju lokasi. Sekitar pukul 10.14 WIT, personel tiba di lokasi dan segera berkoordinasi dengan tim gabungan untuk melakukan upaya pemadaman.
Pemadaman melibatkan personel Polsek Kurik, personel Yon TP 801 NAY Salor/Kurik, personel Damkar BPBD Kabupaten/Provinsi Papua Selatan, serta masyarakat setempat. Dalam pelaksanaannya, tim juga mendapat dukungan satu unit mobil pemadam kebakaran water supply Satpol PP Provinsi Papua Selatan.
Dengan kerja sama seluruh pihak, upaya pemadaman dan pelokalisiran api dapat dilakukan dengan cepat. Sekitar pukul 10.50 WIT, kebakaran lahan di kawasan Jalan Trans TSM/Jalan Poros Kampung Harapan Makmur berhasil dilokalisir dan dipadamkan.
Kapolsek Kurik menyampaikan bahwa selama proses pemadaman berlangsung tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Selain itu, tidak ditemukan adanya kerugian materiel akibat kejadian tersebut.
“Kegiatan pemadaman berjalan dengan aman dan kondusif. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan, khususnya pada kondisi cuaca yang dapat menyebabkan api mudah menyebar,” ujar Kapolsek Kurik.
Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan titik api atau kebakaran lahan di lingkungan sekitar.
“Laporan masyarakat sangat penting agar setiap potensi kebakaran dapat segera ditangani dan tidak meluas hingga membahayakan lingkungan maupun permukiman warga,” pungkasnya.
Polsek Kurik bersama unsur terkait akan terus meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi dalam mengantisipasi potensi kebakaran lahan, sekaligus mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla.(rd)