Home Daerah Tokoh Agama Tolikara Bersatu Rawat Kerukunan dan Kedamaian di Tanah Injil
Daerah

Tokoh Agama Tolikara Bersatu Rawat Kerukunan dan Kedamaian di Tanah Injil

Share
Share

Papua – Tokoh agama di Kabupaten Tolikara memperkuat komitmen bersama untuk menjaga kerukunan, toleransi, dan kedamaian di tengah keberagaman masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam Dialog Tokoh-Tokoh Agama se-Kabupaten Tolikara yang digelar Kementerian Agama melalui Direktorat Urusan Agama Kristen di Gedung GIDI Ebenhaezar, Karubaga.

Mengangkat tema “Merajut Kerukunan di Tanah Injil, Peran Tokoh Agama Menjaga Kedamaian Tolikara”, kegiatan tersebut mempertemukan tokoh agama Kristen, Islam, serta unsur keagamaan lainnya. Dialog menjadi ruang untuk membangun komunikasi, bertukar pandangan, sekaligus memperkuat persaudaraan lintas umat beragama.

Bupati Tolikara Willem Wandik, S.Sos., yang membuka kegiatan sekaligus menjadi pemateri, menegaskan bahwa kehidupan yang damai harus dibangun melalui hubungan yang baik, baik dengan Tuhan maupun dengan sesama manusia tanpa membedakan latar belakang agama.

“Kita harus mempunyai relasi yang baik dengan Tuhan dan relasi yang baik dengan sesama umat beragama. Kalau hubungan itu kita bangun dengan baik, maka kita dapat hidup dalam damai dan menjadi berkat bagi orang lain,” ujar Willem.

Menurutnya, perjalanan panjang masyarakat Tolikara dalam menghadapi perubahan sosial dan budaya harus menjadi landasan untuk memperkuat persaudaraan. Kemajuan yang telah dicapai masyarakat tidak boleh membuat generasi saat ini melupakan sejarah dan nilai-nilai yang telah membentuk kehidupan masyarakat.

Willem juga menekankan bahwa sebagai “Tanah Injil”, Tolikara tidak hanya harus dikenal sebagai daerah yang memiliki kehidupan iman yang kuat, tetapi juga sebagai daerah yang menjunjung tinggi kedamaian, toleransi, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Kristen Luksen Jems Mayor, S.Sos., M.AP., mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Tolikara terhadap pelaksanaan dialog lintas agama. Ia menilai perjumpaan antartokoh agama perlu terus dilakukan sebagai sarana membangun komunikasi dan memperkuat hubungan harmonis di tengah masyarakat.

“Kerukunan tidak dapat dibangun hanya melalui kata-kata, tetapi melalui perjumpaan, komunikasi dan kerja sama,” kata Luksen.

Senada, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Klemens Taran, S.Ag., menilai tokoh agama memiliki peran strategis dalam menjaga kedamaian karena memiliki kedekatan dan pengaruh terhadap masyarakat.

“Kedamaian itu tidak jatuh dari langit. Kedamaian harus diciptakan oleh kita semua melalui relasi dan kerja sama antarumat beragama,” tegas Klemens.

Ia mendorong agar semangat kerukunan di Tolikara terus dikembangkan sehingga perbedaan keyakinan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun persaudaraan dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

Dialog berlangsung terbuka dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pandangan, pertanyaan, dan pengalaman mengenai kehidupan antarumat beragama. Perbedaan pandangan dalam forum tersebut justru menjadi ruang untuk saling memahami dan memperkuat komitmen menjaga kedamaian.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan Piagam Penghargaan sebagai Tokoh Pemelihara Kerukunan Umat Beragama Provinsi Papua Pegunungan di Kabupaten Tolikara kepada Bupati Willem Wandik. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmennya dalam mendorong kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan konsep “Tolikara RAMAH”, yakni Religius, Berbudaya, Mandiri, Adil, dan Sejahtera, yang diwujudkan melalui toleransi, persaudaraan, serta kerja sama seluruh umat beragama.(hpp)

Share